Ya Allah...
Tak dapat kupertahankan diriku untuk tetap kuat
Aku adalah aku dengan segala kelemahanku, Ya Rabb
Aku adalah aku dengan kerapuhanku
Aku adalah aku ang tak pernah dapat menahan tangisku
Aku yang tak dapat menahan emosiku
Ya Allah..
Kesedihan ini hanya aku yang rasa
Dan hanya engkau saja yang tahu
Tak ingin orang yang kusayani tahu
Apa yang membuatku lelah
Apa yang membuatku kecewa
Biar aku seorang yang mengerti diriku
Ya Allah..
Peluk aku dengan KasihMu..
Rengkuh aku dengan segala kelembutanMu..
Aku sangat membutuhkanMu, Ya Rabb..
Ingin kucurah semuanya
Dengan tanpa kata-kata
Ya Allah..
Engkau sang penjaga hati
Jangan biarkan hati ini tergores
Hingga menyisakan sakit yang berkepanjangan
Ya Allah..
Engkau Tetap dihatiku
Kuatkan hamba Ya Rabb..
Kuatkan hamba..
Kuatkan hamba..
Kuatkan hamba..
Minggu, 30 September 2012
Rabu, 19 September 2012
Duri Di Taman
Kau tanam mawar indah dipekarangan.
Kau rawat ia hingga tumbuh menjadi bungan yang cantik dan wangi.
Kau penuh lembut memperlakukannya.
Seolah, kau adalah pemilik sejatinya.
Tidak kah kau petik untuk penghias kamarmu?
Kau terlalu baik dan terlalu lama menjaganya.
Hingga ia perlahan-lahan gugur tanpa sempat kau sentuh.
Tapi hari ini, kau tak datang sekedar melihatnya
Tanganmu tertusuk duri saat kau mencoba memetiknya.
Mawar itu bukan milikmu ternyata
Kau hanya menjaganya tanpa dapat memiliki seutuhnya
Kau tak bisa memetiknya tanpa izin empunya
Kau tak bisa pula memotongnya, karena itu bukan milikmu.
Kau memaksa diri untuk memilikinya
Tanpa kau sadar, kau telah membuat mawar itu mati lebih cepat
Kau pun akan sedih dan tak dapat melihatnya
Kau rawat ia hingga tumbuh menjadi bungan yang cantik dan wangi.
Kau penuh lembut memperlakukannya.
Seolah, kau adalah pemilik sejatinya.
Tidak kah kau petik untuk penghias kamarmu?
Kau terlalu baik dan terlalu lama menjaganya.
Hingga ia perlahan-lahan gugur tanpa sempat kau sentuh.
Tapi hari ini, kau tak datang sekedar melihatnya
Tanganmu tertusuk duri saat kau mencoba memetiknya.
Mawar itu bukan milikmu ternyata
Kau hanya menjaganya tanpa dapat memiliki seutuhnya
Kau tak bisa memetiknya tanpa izin empunya
Kau tak bisa pula memotongnya, karena itu bukan milikmu.
Kau memaksa diri untuk memilikinya
Tanpa kau sadar, kau telah membuat mawar itu mati lebih cepat
Kau pun akan sedih dan tak dapat melihatnya
Minggu, 02 September 2012
Pura-Pura
Tak seyogyanya
kepura-puraan ini aku jalani.
Tak pantas kumiliki
hal itu.
Aku kecewa, dan
ingin tidak suka.
Aku kesal, dan
ingin marah.
Aku sedih, dan
ingin menangis.
Aku gak kuat, dan
ingin mengeluh...
Dan ingin aku
melakukannya sebagai wanita.
Aku tak ingin
berpura-pura kuat, berpura-pura tak pernah merasa kecewa, berpura-pura suka
dengan apa yang orang lain lakukan, berpura-pura dengan tidak marah.
Berpura-pura dengan semua hal yang teradi padaku, BERPURA-PURA, dan
berpura-pura.
Mampukah aku hidup
dengan kepura-puraan disisa usiaku?
Bagaimana aku
melewatinya?
Bisakah aku
melewatinya?
Kapan akan kujalani
kehidupan normal seperti 2.260 jam yang lalu?
Ya Allah, kepadamu
segala rasa yang berkecamuk ini kucurahkan.
Pikiran, Jiwa, dan
Raga ini adalah hanya milikMu Ya Rabb.
Tanpa kujelaskan,
Engkau telah Mengetahuinya.
Tanpa kuketahui,
Engkau telah merencanakannya
Tapi izinkan,
sekali ini aku mengeluh Ya Allah..
Langganan:
Postingan (Atom)